Dampak COVID-19 Terhadap Pengangguran di Amerika Serikat

Dampak COVID-19 Terhadap Pengangguran di Amerika Serikat – Tahun 2019 telah menjadi kabar terburuk bagi semua negara. Bagaimana tidak? Sebab pandemi COVID-19 telah merusak masa depan bangsa. Dimana kondisi perekonomian dunia pun kerap mengalami penurunan yang sangat tidak wajar. Terlebih yang telah terjadi di Amerika Serikat, wabah tersebut semakin menyesakkan para pekerja. Karena mereka tidak mampu menjamin masa depannya yang telah terencana sejak dulu.

Theclarawhitemission – Apalagi kalangan pengangguran dan tunawisma. Tentu saja mereka semakin terpuruk dalam menjalankan kehidupan. Virus corona merupakan wabah yang sangat mematikan. Ironisnya, detik ini saja penyakit tersebut masih ada dan tersebar ke semua negara. Hal ini menjadi pukulan keras bagi semua orang, terlebih mereka yang awalnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Dan dampak virus tersebut telah kami rangkum pada segmen berikut ini, yakni:

  • Mengalami PHK Sementara Hingga Permanen

Pandemi COVID-19 di Amerika Serikat seakan – akan mengubur kepiawaian para pekerja dan perusahaan besar. Beberapa dari mereka mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sementara hingga permanen. Bagi mereka yang menjalankan aktivitas kerja seperti Work From Home (WFH), tentunya nilai pendapatan yang dihasilkan malah berkurang. Namun yang dialami bagi mantan karyawan, jelas sekali kalau kondisi tersebut semakin memperkeruh keadaan.

Yang awalnya mereka mendapatkan gaji besar atau cukup untuk kebutuhan sehari – hari, namun kini hal tersebut berbanding terbalik berdasarkan keadaan yang sebenarnya. Sehingga mereka menjadi pengangguran dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan sekali bagi bangsa terbaik dunia. Namun apalah daya, semua telah terjadi dan tidak mungkin bisa kembali secara normal.

Baca juga : Acara Sosial Untuk Kaum Tunawisma di Amerika Serikat

  • Belum Menemukan Lapangan Pekerjaan yang Cocok

Dampak buruk yang lainnya yakni para pengangguran pun belum mampu menemukan lapangan pekerjaan yang cocok. Hal ini menjadi fakta dimana mereka tidak memiliki ijazah atau keahlian khusus. Sebab pada sejarahnya, mereka tidak mengenyam pendidikan secara utuh. Kondisi ini juga semakin menyulitkan mereka untuk bangkit ke arah yang lebih maju. Sebab persaingan semakin ketat dan kondisi ekonomi yang mereka miliki tidak mampu untuk menjadikannya tetap bertahan.

Diketahui bahwa Amerika Serikat tidak pernah mencoba – coba untuk mempekerjakan kalangan amatir. Sekalipun mereka masih baru, diharuskan untuk memiliki pendidikan tinggi dan keahlian khusus. Namun kaum pengangguran tak kan pernah mampu untuk menggapai cita – citanya. Dan mau tidak mau mereka pun harus segera keluar dari kerasnya kehidupan. Tercatat bahwa mereka semakin tidak berdaya sejak kemunculan COVID-19.

  • Kehilangan Masa Depan yang Cerah

Dan dampak yang sangat buruk lagi tak lain adalah kehilangan masa depan yang begitu cerah. Jangankan pada masa pandemi, sebelumnya pun mereka terlihat kurang agresif dalam menjalankan kehidupan yang paripurna di dunia. Itu karena beberapa dari mereka telah salah mengambil keputusan dan pergaulan. Amerika Serikat merupakan negara bebas, namun individu yang terlibat dalam keterpurukan bukan merupakan tanggung jawab pemerintah. Kemunculan pandemi ini pun semakin mengubur warna hari tua mereka.

Sejumlah lokakarya pun selalu ada di berbagai wilayah. Namun mereka yang telah terjerumus ke jalan yang salah tidak mampu mengikuti program tersebut. Padahal rencana itu bisa menumbuhkan ekonomi masing – masing pribadi untuk menyikapi pandemi COVID-19. Dan pada intinya, wabah tersebut tak hanya menyerang kalangan pengangguran, melainkan semua orang besar lainnya. Ironisnya, masih belum ada kepastian kapan wabah tersebut akan berakhir. Sehingga angka pengangguran di Amerika Serikat pun bakal terus bertambah.